Tampilkan postingan dengan label Olah Raga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olah Raga. Tampilkan semua postingan

Terry Andalan kesuksesan Inggris


Bek Inggris, John Terry tak menyangkal bahwa sektor belakang timnya kurang solid. Ia meyakini apabila masalah ini bisa di atasi, timnya bakal sukses di Piala Dunia 2010.

Terry meyakini Inggris memiliki kemampuan untuk bersinar di Afrika Selatan. Apalagi, St. George Cross sederet penyerang yang mumpuni walau salah satu andalannya, Wayne Rooney tengah kesulitan mencetak gol.

Toh, perjalanan Inggris menuju Afsel cukup meyakinkan. Setelah tidak sulit melaju ke putaran final, hasil yang dipetik Inggris di sejumlah laga pemanasan sebelum Piala Dunia relatif memuaskan.

Meskipun sempat kalah 0-1 dari Brasil pada November lalu tetapi pasukan 'Tiga Singa' menyapu bersih tiga laga melawan Mesir, Meksiko dan Jepang dengan kemenangan serta� memasukkan delapan gol dan kebobolan masing-masing satu gol.

"Manajer menekankan pada pekan ini dengan kecepatan yang kami miliki, kualitas yang kami punya kedepannya, kami akan selalu menciptakan kesempatan dan mencetak banyak gol," tukas mantan skipper Inggris itu seperti dilansir dari Sporting Life.

"Ini terserah kami bagaimana cara memperketat pertahanan. Gol yang membobol gawang kami saat melawan Meksiko dan beberapa set-play adalah hal yang harus kami benahi."

"Tetapi jika kami bisa merapatkan pertahanan, kami memiliki kualitas yang cukup yang berarti kami akan mendapat sebuah gol."

Meski menang 2-1 ketika melawan Jepang akhir pekan lalu, barisan pertahanan Inggris yang digalang duet Terry dan Rio Ferdinand tampak kedodoran. Ashley Cole dan Glenn Johnson yang mengisi kedua sayap lini belakang masih kurang maksimal. Tapi masuknya Jamie Carragher di babak kedua menggantikan Johnson bikin pertahanan lebih tangguh.

"Sudah lama kami tidak bermain sebagai empat bek di belakang. Jelas saya tahu soal Ashley dan Johnson di Chelsea tapi saya sendiri dan Rio harus saling memahami jadi ketika kami bermain bareng, kami tahu masing-masing permainan kami," imbuh bek Chelsea itu.

"Jamie Carragher datang di babak kedua dan kami melakukannya dengan baik dan saya pikir memasang empat atau lima bek, kami akan terlihat solid."

(nar/din)

Kondisi dan Kenyamanan Messi di Argentina


Argentina dalam beberapa kesempatan gagal memanfaatkan kehebatan Lionel Messi. Supaya sang pemain bisa gemilang seperti saat bersama Barcelona, Juan Sebastian Veron bakal memanjakan rekannya itu.

Jadi bintang yang bersinar paling terang bersama Barcelona dan meraih setumpuk gelar, Messi seperti kehilangan 'kesaktiannya' saat bersama Argentina. Tak mampu berkontribusi besar, dia nyaris gagal mengantar timnya berangkat ke Piala Dunia 2010.

Publik Argentina dan pelatih Diego Maradona jelas was-was dengan kondisi seperti itu. Dengan harapan besar bisa meraih gelar juara dunia untuk kali ketiga, peran besar Messi jelas sangat dibutuhkan.

Salah satu cara membuat Messi berperan besar bersama negaranya adalah dengan membuatnya bermain senyaman saat berseragam The Catalans. Juan Veron menjanjikan kondisi tersebut akan dirasakan Messi pada Piala Dunia nanti.

"Saya tak sama seperti Xavi (Hernandez, gelandang Barcelona). Saya punya gaya sendiri. Saya tak tahu kalau saya sama, tapi saya melakukannya sendiri. Kami akan mencoba membuatnya nyaman seperti di Barcelona," tukas Veron saat ditanya wartawan soal dirinya memainkan peran seperti Xavi di Camp Nou.

Terkait peluang 'Tango' meraih gelar juara dunia untuk kali ketiga, Veron menyebut hal itu mungkin saja terjadi. Toh Argentina punya sejarah bagus dan banyak pemain dunia berkelas. Namun mantan gelandang Lazio dan Manchester United itu lebih menjagokan Spanyol, Brasil dan Inggris di Afsel 2010 ini.

"Jika melihat sejarah dan pemainnya, ya. Saya punya kepercayaan diri. Tapi kandidat (juaranya) adalah Brasil, Spanyol, Inggris..., tapi kami juga punya Diego Messi, di kursi cadangan dan di tengah lapangan," pungkas Veron.
(din/a2s)

Piala Dunia terancam teroris

Afrika Selatan bisa menjadi korban serangan teroris saat menjadi tuan rumah Piala Dunia yang akan dibuka kurang dari dua pekan lagi, demikian diberitakan surat kabar Sunday Times yang mengutip dari berbagai laporan investigasi.

Pengakuan seorang bernama Abdullah Azzam al-Qahtani (diduga pendukung Al Qaeda) yang ditangkap di Irak baru-baru ini mengatakan bahwa ia merencanakan serangan terhadap tim Belanda dan Denmark. Pengakuan ini kontan menimbulkan perdebatan tentang apakah turnamen Piala Dunia tahun ini benar-benar menghadapi ancaman terorisme.

Perkataan Qahtani itu segera dibantah pemerintah Afrika Selatan.

Pejabat Afrika Selatan mengatakan status Afsel sebagai anggota Gerakan Non Blok serta kurangnya dukungan masyarakat lokal terhadap kelompok-kelompok gerilyawan akan menjauhkan Afsel dari serangan terorisme.

Pemerintah Afsel juga bekerjasama dengan FIFA, badan-badan keamanan asing serta Interpol untuk membantu memperkuat pandangan bahwa tidak ada ancaman terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2010.

Namun, analis dan pakar keamanan percaya bahwa kemungkinan serangan terorisme tidak bisa dikesampingkan.

Sebuah koran nasional di Johannesburg menuliskan Ronald Sandee, direktur Yayasan NEFA, yang menyelidiki kegiatan teroris di dunia mengatakan pada anggota Kongres AS yang tergabung dalam kaukus penanggulangan terorisme bahwa ada ancaman teror terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2010.

Sandee memperingatkan bahwa gerilyawan asal Pakistan dan Somalia sedang melatih anggotanya di daerah sebelah utara Mozambik dan peserta pelatihan itu mungkin sedang menuju ke Afsel untuk merencanakan berbagai kemungkinan melakukan serangan.

"Saya percaya 80 persen akan ada serangan. Beberapa informasi yang saya himpun mengatakan bahwa beberapa stadion di Afsel akan menjadi sasaran teror baik secara bersamaan ataupun secara acak. Juga ada kemungkinan serangan bunuh diri," katanya seperti dikutip koran nasional tersebut.

Bantahan

Sandee dalam membuat teorinya tentang kemungkinan serangan di Afsel saat Piala Dunia berlangsung mengatakan dirinya mendapat informasi dari berbagai sumber seperti siaran radio frekuensi tertutup serta percakapan telepon yang disadapnya dari Mauritania, Aljazair, Mali, Pakistan, dan Yaman.

Namun, polisi menolak teori Sandee itu.

"Saya tidak tahu dari mana dia mendapatkan informasi seperti itu. Kami yakinkan sekali lagi kami memiliki rencana dan strategi yang berjalan sesuai dengan rencana," kata Inspektur Polisi Senior Afsel Vish Naidoo kata.

"Kami selalu mengadakan pertemuan dengan intelijen setiap hari dan tidak ada sedikitpun kesimpulan yang dibuat mendekati apa yang diberitakan oleh koran Sunday Times," katanya.

Ditanya komentarnya mengenai koran Sunday Times yang mengaku mendapat informasi dari orang dalam pemerintahan Afsel yang mengatakan pihak keamanan dan intelijen Afsel telah mendata 40 nama orang-orang yang dicurigai sebagai teroris, Naidoo menolak berkomentar.

Walau Afrika Selatan tidak pernah disebut sebagai salah satu sasaran terorisme dalam beberapa tahun terakhir, beberapa kelompok militan dicurigai telah bermukim di negara ini yang dianggap sebagai tempat aman untuk bersembunyi.

Kritikus mengklaim tindakan korupsi yang meluas di kalangan polisi dan pejabat, termasuk penjual-belian paspor Afrika Selatan bagi orang luar telah merusak upaya pemberantasan terorisme.

Sandee mengatakan pertandingan antara Amerika Serikat dan Inggris pada 12 Juni nanti bisa menjadi salah satu sasaran teror.

Pertandingan yang melibatkan tim Denmark dan Belanda juga diduga akan menjadi sasaran teror karena para gerilyawan ingin membalas dendam atas beberapa penghinaan yang dilakukan terhadap Islam di masa lalu.